• Testimoni

    Baru Kali Ini Mendapat Pacar Begitu Mudah

    2Kalau Anda adalah cowok yang super sulit mendapatkan pacar, mungkin pengalaman saya kali ini bisa menjadi inspirasi para sedulur jomblo. Bukan bermaksud Saya sombong, tapi paling tidak para sedulur bisa mendapatkan solusi atas apa yang Saya sampaikan di sini. Sharing yang Saya ungkapkan di sini 100% sukarela dan atas kemauan Saya sendiri. Bukan karena Saya mendapat tekanan atau mendapat hadiah dari Praktisi Paguyuban Spiritual Nusantara (PSN).

    Saya akui dulu memang Saya cowok yang cupu, kuper, dan rendah diri. Saya dulu selalu bertanya-tanya pada diri Saya sendiri, apa mungkin Saya bisa mendapatkan si A yang cantik itu, atau si B yang manis dan pintar, atau si C yang anaknya orang kaya. Setiap kali muncul pertanyaan-pertanyaan semacam itu di dalam pikiran saya, Saya selalu berusaha menepisnya. Padahal sebenarnya ada rasa ingin segera mengakhiri ke-jomblo-an.

    Diam-diam Saya sebenarnya juga sudah banyak baca tips di internet. Mulai dari cara berpakaian yang menarik di mata wanita, buka tutorial di youtube tentang pedekate yang katanya dijamin berhasil, atau bahkan membaca buku-buku psikologi wanita. Memang sih ada perubahan, tapi hasil yang Saya dapatkan belum sesuai seperti harapan Saya. Wanita yang dekat kebanyakan hanya menganggap teman. Bahkan dari sekian yang Saya “tembak”, jawaban yang saya dapatkan Cuma “PHP” alias pemberi harapan palsu.

    Karena sudah kepalang basah usaha yang saya lakukan. Saya pun tak mau mundur begitu saja. Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saya melihat sebuah website di internet. Dari situ Saya sampai pada produk pengasihan dari Paguyuban Spiritual Nusantara (PSN). Karena saat kantong memang lagi cekak –maklum, fresh graduate, gaji masih pas-pasan-, hehe.  Saya memesan rajah pengasihan yang maharnya bagi saya lumayanlah terjangkau.

    Seminggu setelah melakukan sebagaimana yang dianjurkan mbak Ayu (staf admin PSN), Saya menyadari ada perubahan dalam hidup Saya dalam hal asmara. Kalau dulu butuh waktu lama untuk pedekate, sekarang jauh berkali-lipat lebih cepat untuk mendapatkan cewek. Bahkan tanpa “nembak” cewek pun Saya bisa dapat pacar. Hehe

    Muhammad Fahmi (27 tahun), Karyawan Swasta, Bekasi

    free-decorative-lines-clipart-1

    Alhamdulillah, Ayah Sembuh dari Penyakit Akibat Santet

    Tidak Saya sangka, jadi orang baik di negara yang kaya ini, mau tidak mau harus berhadapan dengan banyaknya orang jahat. Meskipun niat kita baik, terkadang orang lain bisa salah menerima maksud dan niat kita. Salah-salah tindakan baik kita justru menjadi pemicu tindakan jahat orang lain. Seperti halnya yang menimpa Ayah Saya.

    Dua tahun lebih beliau terbaring di tempat tidur, tanpa tahu penyakit apa yang diderita beliau. Sudah diobatkan kemana-mana, mulai medis sampai alternatif semuanya tidak ada hasilnya. Bahkan yang sangat mencengangkan, diagnosis dokter tidak mendapati penyakit apa yang diderita Ayah. Saya sebagai anak tertua tentu saja bingung dan takut. Apalagi ada salah seorang kyai yang mengatakan kalau penyakit Ayah karena ulah orang lain. Dari situ Saya menyimpulkan Ayah kena santet.

    Jabatan Ayah di instansi pemerintahan, memang sangat rentan dengan penyalah-gunaan wewenang. Tak salah bila mungkin ada banyak pihak yang tidak menyukai beliau. Apalagi beliau tipikal orang yang kokoh pendiriannya. Kalau benar ya dibilang benar, kalau salah ya tidak akan dilakukan. Begitulah beliau. Mungkin dari situlah ada pihak yang ingin mencoba mencelakai beliau. Sehingga dengan teganya menyantet Ayah.

    Banyak cara dan anjuran sudah Saya lakukan, tapi belum juga bisa mengembalikan kondisi Ayah. Hingga pada suatu ketika, Saya mendapatkan informasi tentang situs spiritualnusantara.com, dari situ Saya mendapatkan sebuah sarana pagar gaib dan sarana penyembuhan untuk Ayah Saya. Memang hasilnya tidak seketika. Akhirnya secara bertahap, Saya menjadi saksi kesembuhan beliau. Meski tubuh beliau masih lemah, namun kondisi Ayah lebih bugar dibanding sebelumnya.

    Siti Rumanah (43 tahun), Pedagang, Banjarmasin

    free-decorative-lines-clipart-1

    Selama Enam Bulan, Bisa Buka 3 Cabang Baru

    3Pengalaman bekerja di restoran cepat saji membuat Saya ingin terjun langsung di dunia bisnis kuliner. Walaupun pada saat itu modal Saya benar-benar pas-pasan. Dari gaji yang Saya sisihkan, menjual barang-barang koleksi ini-itu, dan perhiasan istri yang tergadaikan. Akhirnya Saya memantapkan diri membuka sebuah rumah makan.

    Saya resign dari tempat Saya kerja dan mulai usaha dari nol. Bagi sebagian orang, keputusan Saya ini dianggap gila. Jabatan Saya sebagai manager Saya lepaskan begitu saja, demi bisnis yang Saya sendiri tidak tahu apakah nantinya berjalan mulus atau tidak. Saya rasa 10 tahun lebih bekerja untuk orang lain, membuat Saya merasa mendapatkan pengalaman yang cukup untuk membangun usaha sendiri. Dengan begitu Saya lebih leluasa merencanakan, mengatur, dan mengelola apapun yang menjadi aset Saya.

    Awalnya Saya sangat yakin usaha Saya berjalan dengan lancar, apalagi semuanya sudah Saya rencanakan dengan sangat matang. Namun ternyata, rencana Saya berbeda dengan rencana Tuhan. Apa yang Saya harapkan ternyata berbanding terbalik dengan kenyataannya. Bisnis restoran Saya begitu sepi. Pemasukan yang Saya dapatkan ternyata tidak sebanding dengan pengeluarannya. Semua strategi dan rencana sudah Saya lakukan. Tapi tidak juga membuahkan keuntungan.

    Untunglah Saya menyadari, bahwa ikhtiar pun harus dilakukan dari sisi spiritual, terutama dengan berdoa dan pasrah kepada Tuhan. Dan juga melakukan bentuk ikhtiar lainnya. Maka Saya pun mencari sarana spiritual agar usaha Saya jauh lebih baik.

    Pilihan Saya pun jatuh sarana pelarisan dari para praktisi Paguyuban Spiritual Nusantara.  Puji Tuhan, usaha Saya benar-benar tidak ada halangan yang membuat Saya kewalahan. Kalau Saya buat presentase dalam grafik, usaha Saya cenderung naik. Bahkan dalam jangka waktu enam bulan Saya bisa membuka cabang baru. Artinya rata-rata dalam dua bulan berdiri 1 cabang.

    Anthonius (38 tahun), Pemilik Restoran, Bandung

    free-decorative-lines-clipart-1

    Suami Kembali Ke Pelukan, Berkat Sarana Mustika Pelet Kanthil

    testimoni-elli-benda-pusakaSaya tidak berharap pengalaman yang Saya alami ini, juga terjadi pada orang lain. Semoga apa yang tuliskan di sini bisa menjadi pelajaran dan inspirasi bagi istri-istri yang saat ini sering dikecewakan pasangannya karena adanya WIL (wanita idaman lain) dalam rumah tangganya. Saya emang karakter orang yang tidak suka dikhianati. Kalau bukan demi anak-anak dan keluarga, sudah dari dulu Saya akhiri hubungan pernikahan kami. Tapi itu tidak Saya lakukan.

    Awalnya memang tingkah laku suami tidak begitu terlihat perubahannya. Barulah Saya mulai sadar ketika handphone-nya mulai diberi password. Setiap hari selalu ada saja alasan untuk lembur di kantor. Padahal, sebelumnya ia sangat enggan dengan yang namanya lembur. Dan entah kenapa ia mulai begitu over aktif di dunia maya, terutama di media sosial. Saya telusuri ternyata dia membuat sebuah akun media sosial baru. Dari situ Saya kecurigaan mulai bertambah kuat.

    Hingga akhirnya Saya benar-benar tahu kalau dia selingkuh, setelah berbulan-bulan secara diam-diam Saya selalu memata-matai kemana Suami Saya pergi. Saya sadar, dengan marah dan melabrak suami tidak akan menjadi solusi yang tepat. Seketika itu muncul keinginan Saya untuk mempengaruhi suami secara halus.

    Berawal dari itulah, Saya mendapatkan sebah solusi melalui mustika Pelet Kanthil. Mustika yang akhirnya membantu Saya mendapatkan kembali cinta suami Saya. Bahkan dengan sukarela dia meninggalkan wanita selingkuhannya. Meski kalau mengingat perbuatan suami, Saya sakit hati. Tapi setidaknya kini Saya bisa mengembalikan suami ke pelukan dengan cara yang mudah.

    Elly Iftiana (32 tahun). Ibu Rumah Tangga, Jakarta

    free-decorative-lines-clipart-1

    Hebat! Sarana Mustika Embun Bisa Menyembuhkan Tetangga yang Lumpuh

    Meski bukan Saya sendiri yang mengalaminya, tapi kisah nyata ini layak untuk diungapkan. Dua minggu setelah Saya mendapatkan sebuah mustika Embun dari Paguyuban Spiritual Nusantara, Saya diajak kenalan Saya mas Amin untuk mengantarnya ke salah satu orang “pintar” di tetangga desa.

    Saat di sana, ada kejadian aneh. Si orang pintar tersebut tiba-tiba tahu kalau Saya membawa sebuah mustika yang Saya taruh di dalam dompet ternyata ia tahu. Bahkan ia tahu kalau mustika embun yang Saya miliki berkhasiat untuk penyembuhan.

    Nah, kebetulan Mas Amin ini di kampung dikenal sebagai seorang penyembuh alternatif. Beberapa hari setelah dari tempat orang pintar itu, Mas Amin mendapat pasien lumpuh. SI Pasien ini sudah dibawa berobat kemana-mana tapi tidak kunjung sembuh. Lantas keluarga si pasien ini ikhtiar ke tempat mas Amin. Karena Mas Amin tahu Saya memiliki mustika embun, ia meminjamnya untuk mengobati si pasien, yang juga masih tetangga satu desa.

    Kaki si pasien diusap dengan air rendaman air mustika embun. Atas izin Allah, seminggu setelah berobat salah seorang keluarga si pasien mengabari kalau pasien tersebut sedikit demi sedikit mulai bisa berjalan.

    Hendriyansyah, (39 tahun), Wiraswasta, Surabaya

    free-decorative-lines-clipart-1

    Share